Rabu, 17 Juli 2019

Menghubungkan 3 router dengan static routing di packet tracer

Cara Menghubungkan 3 Router/lebih dengan Static Routing

1) Sediakan Router, Switch, dan perangkat Komputer/Laptop. Hubungkan perangkat satu dengan lainnya

Berikut jenis perangkat dan jumlah yang diperlukan
  • Router-PT Generic (3)
  • Switch-PT Generic (3)
  • PC-PT Generic (4)
  • Laptop-PT Generic (2)
Berikut interfaces yang diperlukan untuk menghubungkan perangkat satu dengan lainnya
  • Serial DCE (Router dengan Router)
  • Straight (Router dengan Switch)
  • Straight (Router dengan PC/Laptop)
*Note : Hubungkan Serial DCE melalui Router1, agar nanti menyetting kedua interfaces clock rate (s2/0 & s3/0) langsung dari Router1 (Seperti tutorial ini)

2) Setting IP masing-masing perangkat


Berikut jenis perangkat dengan interfaces IP yang perlu dikonfigurasi
  • Router0 s2/0 - 10.10.0.1
  • Router1 s2/0 - 10.20.0.1
  • Router1 s3/0 - 20.20.0.1
  • Router2 s2/0 - 20.30.0.1
  • Router0 Fa0/0 - 192.168.19.1
  • Router1 Fa0/0 - 192.168.20.1
  • Router2 Fa0/0 - 192.168.21.1
  • PC0 - 192.168.19.2
  • PC1 - 192.168.19.3
  • PC2 - 192.168.20.2
  • PC3 - 192.168.20.3
  • Laptop0 - 192.168.21.2
  • Laptop1 - 192.168.21.3
Klik pada Router0 lalu ketikkan perintah berikut di mode CLI

Router>en
Router#conf t

Router(config)#int s2/0
Router(config-if)#ip add 10.10.0.1 255.0.0.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex

Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 192.168.19.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex

Klik pada Router1 lalu ketikkan perintah berikut di mode CLI

Router>en
Router#conf t

Router(config)#int s2/0
Router(config-if)#ip add 10.20.0.1 255.0.0.0
Router(config-if)#clock rate 64000
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex

Router(config)#int s3/0
Router(config-if)#ip add 20.20.0.1 255.0.0.0
Router(config-if)#clock rate 64000
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex

Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 192.168.20.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut

Router(config-if)#ex

Klik pada Router2 lalu ketikkan perintah berikut di mode CLI

Router>en
Router#conf t

Router(config)#int s2/0
Router(config-if)#ip add 20.30.0.1 255.0.0.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex

Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 192.168.21.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut

Router(config-if)#ex

Klik pada PC0 lalu pada tab Desktop pilih IP Configuration. Konfigurasi IP Address, Subnet Mask, dan Default Gateway seperti gambar




Klik pada PC1 lalu pada tab Desktop pilih IP Configuration. Konfigurasi IP Address, Subnet Mask, dan Default Gateway seperti gambar


Klik pada PC2 lalu pada tab Desktop pilih IP Configuration. Konfigurasi IP Address, Subnet Mask, dan Default Gateway seperti gambar


Klik pada PC3 lalu pada tab Desktop pilih IP Configuration. Konfigurasi IP Address, Subnet Mask, dan Default Gateway seperti gambar


Klik pada Laptop0 lalu pada tab Desktop pilih IP Configuration. Konfigurasi IP Address, Subnet Mask, dan Default Gateway seperti gambar


Klik pada Laptop1 lalu pada tab Desktop pilih IP Configuration. Konfigurasi IP Address, Subnet Mask, dan Default Gateway seperti gambar


3) Lakukan Static Routing pada masing-masing router

Klik pada Router0 lalu ketikkan perintah berikut di mode CLI

Router(config)#ip route 192.168.20.0 255.255.255.0 10.20.0.1
Router(config)#ip route 192.168.21.0 255.255.255.0 10.20.0.1
Router(config)#ip route 20.0.0.0 255.0.0.0 10.20.0.1

Klik pada Router1 lalu ketikkan perintah berikut di mode CLI

Router(config)#ip route 192.168.19.0 255.255.255.0 10.10.0.1
Router(config)#ip route 192.168.21.0 255.255.255.0 20.30.0.1

Klik pada Router2 lalu ketikkan perintah berikut di mode CLI

Router(config)#ip route 192.168.19.0 255.255.255.0 20.20.0.1
Router(config)#ip route 192.168.20.0 255.255.255.0 20.20.0.1
Router(config)#ip route 10.0.0.0 255.0.0.0 20.20.0.1

4) Tes Masing-masing perangkat, apakah sudah terhubung atau tidak

jika tes sudah berhasil maka percobaan berikut selesai...  :')
Share:

Selasa, 09 Juli 2019

komputer jaringan

komputer jaringan


Macam Macam antena Jaringan dan fungsinya

1. ANTENA GRID

Antena ini berbentuk seperti jaring ,dan cangkupan antena ini hanya searah .Biasanya antena ini mempunyai pasangan antena ditempat yang lain (antena pemancar sinyal ) dan antena ini diarahkan ke antena pemancar supaya sinyal yang diterima lebih tajam , contoh penerapannya : RT/RW net ,WAN P2P (point to point ) , warnet (dulu ).

Fungsinya adalah dimana antena ini adalah menerima dan mengirim signal data dengan sistem gelombang  radio 2,4 Mhz.


2. ANTENA OMNI


Antena ini berbentuk seperti tongkat, tapi kecil. Cangkupan antena ini lebih luas di bandingkan dengan antena GRID, cangkupannya menyebar kesemua arah dan membentuk suatu lingkaran contoh penerapanny: digunakan pada RADIO-RADIO. Kalau dalam jaringan WAN menggunakan tipe konfigurasi P2MP (Point to multi point).

Fungsi antena ini adalah melayani coverage area yang luas namun dalam jangkauan pendek. karena antena omni menjangkau area yang luas, besar kemungkinan akan terkumpul juga sinyal lain yang sama sekali tidak dikehendaki. Dengan demikian, antena omni akan menyebabkan interferasi. Namun antena ini cocok bila dipergunakan untuk koneksi hospot atau dikenal dengan sistem point to multipoint atau satu titik ke banyak titik.

3. ANTENA YAGI

 Antena ini berbentuk seperti ikan teri. Cangkupan antena ini searah, seperti antena grid (bedanya ini jaringan digunakan dalam jaringan). Dan biasanya antena diarahkan ke pemancar.

Antena Yagi terdiri dari 3 bagia, yaitu:
-Driven, adalah titik catu dari kabel antena, biasanya panjang fisik driven adalah setengah panjang gelombang dari frekuensi redio yang dipancarkan atau diterima.

-Reflektor, adalah titik catu dari kabel antena yang berfungsi sebagai pemantul sinyal, dengan panjang fisik lebih panjang daripada driven.

-Director, adalah bagian pengarah antena, ukurannya sedikit lebih pendek daripada driven.

 

4. ANTENA SECTORAL


Antena Sectoral hampir mirip dengan antena omnidirectional. Yang juga digunakan untuk Access Point to serve a Point-to-Multi-Point (P2MP) links. Beberapa antenna sectoral dibuat tegak lurus , dan ada juga yang horizontal.

Antena sectoral mempunyai gain jauh lebih tinggi dibanding omnidirectional antena di sekitar 10-19 dBi. Yang bekerja pada jarak atau area 6-8 km. Sudut pancaran antenna ini adalah 45-180 derajat dan tingkat ketinggian pemasangannya harus diperhatikan agar tidak terdapat kerugian dalam penangkapan sinyal.

Pola pancaran yang horisontal kebanyakan memancar ke arah mana antenna ini di arahkan sesuai dengan jangkauan dari derajat pancarannya, sedangkan pada bagian belakang antenna tidak memiliki sinyal pancaran.

Antenna sectoral ini jika di pasang lebih tinggi akan menguntungkan penerimaan yang baik pada suatu sector atau wilayah pancaran yang telah di tentukan.


5. ANTENA SOLID DISK


Biasanya antena solid disk ini digunakan untuk outdor untuk pointing,  Antena Parabolik (Solid Disc) : memiliki fungsi dan frekuansi yang sama dengan antena grid, tetapi antena ini memiliki jangkauan lebih jauh dan lebih fokus  dibandingkan antena Grid. Antena Solid Disc biasanya digunakan untuk aplikasi point to point jarak jauh.

6. ANTENA WAJANBOLIC

 Disebut WajanBolic karena dasarnya sama saja dengan antena parabolic pada umumnya hanya bannya untuk parabolic dish-nya menggunakan wajan, alat dapur yang biasanya untuk memasak.

Fungsi dari antena wajanbolic sebenarnya hanya memperkuat sinya wireless dari HOSPOT yang karena letaknya terlalu jauh, tidak bisa lagi ditangkap oleh USB Wireless ADAPTER bila hanya ditancapkan begitu saja di port USB PC atau Laptop.


Segitu aja Yaa, Semoga Bermanfaat
Baca juga Yang bawah
Like/comen
Share:

UdinTok

Diberdayakan oleh Blogger.